Tampilkan postingan dengan label Level 12. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Level 12. Tampilkan semua postingan

Senin, 19 Februari 2018

Day10#Level12#EDUCATE THE CHILDREN

MENDIDIK DAN STIMULASI BUAH HATI

Amanah mendidik dan menstimulasi tumbuh kembang anak sudah selayaknya menjadi tanggung jawab ayah dan ibunya. Jika pun harus menyerahkan pada orang lain maka sifatnya adalah bekerja sama dan sinergi dalam mendidik. Maka menjadi tidak benar jika sudah menyekolahkan anak2 kemudian tanggung jawab dialihkan pada guru atau pihak sekolah. Hal inilah yang terus memotivasi saya dan suami untuk berbenah terus memantaskan diri menjadi orang tua terbaik bagi anak2.

Sejak memutuskan untuk full time membersamai anak2, maka referensi dan komunitas yang mendukung dalam mendidik anak2 harus saya cari dan ikuti. Banyak belajar tentang tahap tumbuh kembang anak, aneka permainan untuk menstimulasi anak2, materi2 parenting dan masih banyak lagi biasanya saya dapatkan dengan mencari informasi di web homeschooling – RUMAH INSPIRASI. Nah beberaapa hari ini masih penasaran saja ketika teman2 sering membicarakan tentang web/aplikasi PINTEREST dalam membersamai dan mendidik buah hati. Saya coba untuk searching dan wooow banyak banget ilmu yang bisa di dapat, meski harus mencerna berulang untuk memahami. Setidaknya ada referensi perbandingan yang akan mengayakan ilmu dan konsep mendidik anak2. Bismillah selamat mencoba… Mendidik dengan hati, rileks dan optimis.

           www.rumahinspirasi.com

Solichati, 19/2/2018

#LatePost
#Day10
#Tantangan10Hari
#Level12
#KuliahBunsayIIP
#KeluargaMultimedia


Day9#Level12#AppCOOKPAD

ANEKA MENU

Memasak sudah menjadi kebiasaan rutin di pagi hari. Aktivitas yang dulu mungkin sangat saya hindari karena saya merasa tidak mampu dan tidak percaya diri dengan hasil masakan. Saat ini ketika sudah berumah sendiri da nada anggota keluarga lain yang ikut tinggal dalam satu rumah, menuntut saya untuk upgrade kemampuan dalam dunia cooking. Sebenarnya sampai saat ini pun terkadang saya masih merasa kuwalahan untuk menyajikan aneka menu sehat dan beraneka ragam. Heeee masakan masih monoton sesuai dengan resep yang bisa saya olah saja, selebihnya lagi-lagi enggan mencoba resep yang baru.

Dulu awal-awal memasak merasa sangat lama dan menghabiskan banyak waktu, sehingga membuat saya stress. Alhamdulillah setelah sering searching di google dan menemukan kumoulan resep di COOKPAD cukup membantu saya untuk menghemat waktu di dapur untuk urusan masak memasak. Sesekali menengok resep baru dan mencoba semakin menambah rasa percaya diri dalam memasak. Bisa itu karena biasa. Maka saya yakin dengan jam terbang memasak yang di tambah, maka keahlian saya memasak akan semakin bagus. Dan ini terbukti, suami yang memang suka masakan rumahan sering puas dengan hasil masakan saya. Meski tetap harus mencoba menu2 baru untuk variasi, terutama snack/camilan sehat untuk anak2 yang selama saya belum berani untuk mencoba. Heeee dalam benak saya  berpikir jika masakan gagal masih bisa dimakan dengan penambahan gula atau garam, tetapi jika gagal membuat kue kayaknya bakalan gak bisa dimakan  nih. Masih harus memberanikan diri untuk mencoba menu2 baru yang lebih variatif dengan memanfaatkan aplikasi COOKPAD.

Selamat mencoba dan berkreasi dengan senang hati…

Link Download : cek di web dan playstore yaaaa…


Solichati, 19/2/2018

#LatePost
#Day9
#Tantangan10Hari
#Level12
#KuliahBunsayIIP
#KeluargaMultimedia



Day8#AppGRAB

KEMUDAHAN TRANSPORTASI DAN MOBILISASI

Tak hanya kemajuan teknologi yang terkadang membuat saya terlambat untuk mengetahui bahkan mencobanya. Dalam hal transportasi dan mobilisasi saja selama ini saya masih belum pernah mencoba menggunakan layanan yang memudahkan dari banyak sisi. Ketidakmampuan saya dalam berkendara secara mandiri baik bersepeda maupun mobil, sampai saat ini masih dalam taraf aman. Heee mengingat suami lebih banyak waktu drumah untuk bisa leluasa mengantar dan menjemput saya ketika saya harus keluar rumah. Selain itu lokasi rumah yang dekat dengan orang tua dan saudara membuat saya memilih bantuan diantar anggota keluarga daripada memilih jasa yang lain. Lokasi rumah yang juga berdekatan dengan terminal angkutan umum terkadang juga masih membuat saya menjatuhkan pilihan naik angkutan umum daripada yang lainya. Heee entahlah apa yang selalu saya pikirkan untuk menghindar atau menunda memilih jasa transportasi, saya anggap saya orangnya deliberative banget ya. Sehingga selalu berhati2 jika harus berurusan dengan orang atau sesuatu yang belum saya kenal dekat.

Tetapi setelah dipikir-pikir dan hasil testimony dengan beberapa teman yang pernah mencoba GRAB, sangat banyak masukan positif mengapa harus menjatuhkan pilihan menggunakan GRAB. Selain murah dan layanan yang memuaskan, dengan memanfaatkan jasa layanan GRAB membuat semua urusan transportasi dan mobilisasi menjadi lebih mudah dan terjangkau. Sepertinya memang layak dijadikan referensi untuk di coba yaaa… heeee

Sebagai alternative jika memang kondisi tidak memungkinkan untuk keluar rumah tanpa suami (jika suami sedang keluar kota) dan tidak memungkinkan jalan kaki mencari alat transportasi lain. Aplikasi layanan GRAB pun sudah saya unduh di HP saya meski belum pernah saya manfaatkan. Mungkin lain kali aka nada kesempatan untuk memanfaatkan jasa layanan perjalanan aman dan handal ini secara online.

Beberapa layanan juga bisa menjadi pilihan sesuai dengan kebutuhan : Grab Taxi, GrabCar, GrabBike, GrabHitch,  dan GrabExpress. Tampaknya layanan pemesanannya pun juga mudah ya.
1.       Mengunduh aplikasi Grab secara online
2.       Mulai memesan dan memasukkan lokasi tujuan kita, maka aplikasi ini akan mendeteksi lokasi penjemputan secara otomatis
3.       Memilih layanan transportasi sesuai keinginan dan kebutuhan kita
4.       Konfirmasi pengemudi dan lacak lokasi mereka ketika menjemput.

Layak untuk di coba…



Solichati, 19/2/2018

#LatePost
#Day8
#Tantangan10Hari
#Level12
#KuliahBunsayIIP
#KeluargaMultimedia


Day7#Level12#AppFOTOKOLASE

FOTO PORTOFOLIO

Alhamdulillah selalu bersyukur pada Allah yang telah menjaga diri dalam keimanan. Bersyukur untuk kesekian kali ketika dipertemukan dengan komunitas kebaikan yang menuntut diri untuk senantiasa mengupgrade kemampuan dan beragam kemanfaatan yang lainnya. Salah satu komunitas yang membuat mata saya berbinar adalah komunitas parenting, disamping komunitas yang lainnya.
Sejak mengikuti kelas di komunitas IIP menuntut saya untuk mengunduh aplikasi PHOTO COLLAGE media pendamping saat mengumpulkan tugas atau portofolio. Dulu sebelum memiliki aplikasi ini saya numpang pinjam HP suami untuk mengkolasekan foto2/tugas/portofolio yang ada. Alhamdulillah sekarang terbantu dengan mengunduh di Hp sendiri. Meski saya memilih aplikasi yang sederhana saja, gak macem2 karena saya hanya butuh untuk bisa mengkolasekan beberapa foto menjadi 1 file tanpa fitur2 yang lainnya. Maka kali ini pun saya mau mereview aplikasi PHOTO COLLAGE di tantangan hari ke 7.
Aplikasi ini menyajikan beberapa fitur penyerta untuk mempercantik model kolase foto yang diinginkan :
1.       Grid : bentuk2 atau pola kolase foto sesuai keinginan atau kebutuhan
2.       Style : yang di dalamnya ada fitur tentang shape, background, frame dan ratio untuk mempercantik foto hasil kolase
3.       Text : jika ingin menambahkan tulisan untuk judul atau pesan di foto. Dengan model dan warna tulisan yang sudah tersaji di pilihan menu aplikasi
4.       Stiker : jika ingin mempercantik foto kolase dengan gambar2 unik dan lucu yang sesuai dengan tema tulisan.
Alhamdulillah sejak menggunakan aplikasi fotokolase ini, saya jadi termotivasi untuk merapikan foto anak2 saat beraktivitas dan belajar bersama untuk dira[pikan menjadi portofolio.

Solichati, 19/2/2018

#LatePost
#Day7
#Tantangan10Hari
#Level12
#KuliahBunsayIIP
#KeluargaMultimedia


Day6#AppWHATSAPP

BERSOSIALISASI & BERKOMUNITAS

Allah sejatinya memang telah menciptakan manusia sebagai makhluk social, yang keberadaannya selalu membutuhkan orang lain dan bersama-sama dengan orang lain. Gak kebayang ya kalau kita hidup sendiri tanpa ada orang lain dan komunitas di sekitar kita. Itulah keadilan dan kesempurnaan Allah atas segala ciptaanNya. Nah di jaman atau era digital ini semua hal yang tidak mungkin menjadi sebuah kemungkinan untuk dilakukan tanpa mengeluarkan biaya dan waktu yang banyak. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi dengan berbagai aplikasi yang ditawarkan. Seolah-olah keberadaan media atau gawai menjadi sebuah kebutuhan yang harus terpenuhi untuk pemenuhan kebutuhan sosialisasi dan berkomunitas. Termasuk saya… kebutuhan saya akan bersosialisasi menggunakan media atau gawai mulai sangat saya rasakan ketika memutuskan untuk memilih menunaikan amanah full dirumah. Maka sosialisasi dengan lingkungan luar sedikit harus dibatasi karena berbagai kesibukan di dalam rumah. Dulu ketika masih bekerja dengan HP biasa saya sudah bisa nyaman meski dengan aplikasi seadanya.

Sampai saat ini dan beberapa kurun waktu terakhir aplikasi andlan saya untuk aktivitas public dan menjalin komunikasi dengan komunitas di luar adalah WHATSAPP. Dengan aplikasi ini banyak kemudahan yang saya dapatkan untuk bersosialisasi dan mengikuti grup2 keilmuan yang bermanfaat. Terlebih untuk mengadakan event2 dengan adanya aplikasi ini memudahkan untuk membuat grup/mengumpulkan tim panitia dan koordinasi di dalamnya. Memang setiap teknologi yang disajikan selalu ada kekurangan dan kelebihannya. Semua kembali kepada prinsip kita sehingga keberadaan aplikasi atau media yang ada akan membawa banyak manfaat atau malah sebaliknya. Saya pun masih banyak berbenah untuk memprioritaskan grup W.A yang bermanfaat atau tidak, mengatur kembali jam-jam bergadget sehingga tidak mengganggu menunaikan amanah yang lain. Termasuk menyaring informasi yang bertebaran di media social… mengecek kebenaran berita dan informasi sehingga tidak sembarangan ikut menyebarkan pada yang lain.


Solichati, 19/2/2018

#LatePost
#Day6
#Tantangan10Hari
#Level12
#KuliahBunsayIIP
#KeluargaMultimedia



Minggu, 18 Februari 2018

Day5#AppWPS OFFICE

FILE dan DOKUMEN

Berbicara file dan dokumen masih ingat betul saya, beberapa waktu lalu atau kurang lebih hampir 6 bulanan yang lalu, saya sempat stress ketika memutuskan untuk mengikuti banyak perkualiahan parenting, rumbel menulis atau grup w.a yang sering mengadakan kulwap. Yang bikin stress tidak hanya sibuknya notifikasi grup tetapi juga penyajian materi yang sering mengunggah file/dokumen dalam bentuk word, PDF, PPT dan masih banyak lagi. Heee seperti biasanya kalau lagi galau tentang teknologi begini curhatnya ke suami saja, beberapa waktu kemudian suami yang akan instalkan aplikasi di HP. Heeee bener2 deh… Emak2 jaman now yang dituntut update teknologi.

Nah review kali ini tentang aplikasi WPS office yang sudah terinstal di HP sejak mengikuti workshop FBE di Malang. Karena merasa tidak ingin ketinggalan materi workshop yang sudah di share dalam bentuk PDF dan PPT. Alhamdulillah dengan aplikasi ini sangat membantu untuk mengunduh file/dokumen penting yang di format dalam bentuk tersebut di atas. Sehingga bisa mempelajari dengan leluasa. Meskipun sejauh ini WPS office ini baru saya manfaat dari sisi unduh file dan membaca konten file saja, belum mencoba untuk mengutak-atik menu yang lainnya. SEkali lagi karena saya lebih suka mengerjakan dokumen menggunakan PC karena lebih nyaman untuk gerakan jari2 ketika mengetik dan nyaman untuk mata. Terkadang jika menggunakan HP yang sehari-hari di pakai merasa terlalu kecil ukurannya, gak nyaman aja. Bersyukur lagi jika ingin belajar2 file/dokumen/materi penting dengan aplikasi ini bisa dimanapun dan kapanpun karena otomatis sudah bisa langsung dibuka dari HP tanpa harus membuka PC. Beberapa waktu lalu juga saat ada perkuliahan dengan model pembelajaran kelompok WPS office ini sangat membantu untuk membuat materi presentasi dan saling tukar materinya. Alhamdulillah sangat terbantu.


Solichati, 19/2/2018

#LatePost
#Day5
#Tantangan10Hari
#Level12
#KuliahBunsayIIP
#KeluargaMultimedia



Day4#Level12#AppAMAL HARIAN

MENJAGA AMAL KEBAIKAN

Puji syukur atas nikmat yang Allah berikan berupa Islam dan keimanan yang masih menancap dalam hati. Bahwa hidayah yang telah Allah hadirkan menjadi amanah besar bagi kita untuk terus menjaganya dengan keistiqomahan. Dan tentunya istiqomah ini sangatlah tidak mudah, apalagi godaan untuk melakukan kemaksiatan lebih nmudah dilakukan dan diikuti daripada bertahan dalam kebaikan. Oleh karenanya di hari ke 4 ini sangat ingin memotivasi diri untuk menjaga amal ibadah kebaikan sebagi upaya menjaga keimanan dan keistiqomahan. Sebelumnya seperti biasanya saya selalu mencatat di form amal yaumiyah yang sudah saya buat dan saya gandakan untuk evaluasi tiap bulannya. Alhamdulillah dengan mengunduh aplikasi pencatatan amal yaumi setidaknya bisa memotivasi saya untuk terus memperbaiki ibadah harian.

Seperti biasanya, yang saya tekankan pada diri pribadi bahwa tidak ada perangkat yang sepenuhnya sempurna untuk memenuhi kebutuhan kita. Maka selain memanfaatkan aplikasi Amal Yaumiyah Muslimah, saya juga tetap menempel dan mengisi form amal yaumi di dinding kamar. Sehingga sewaktu-waktu ibadah sudah dilakukan tinggal centang saja. Tentunya meluruskan niat dalam ibadah tetap menjadi hal utama karena ini sebagai syarat diterimanya sebuah ibadah, maka catatan ini untuk mempermudah mengevaluasi ibadah diri pribadi dan bukan bermaksud untuk riya’ atau memamerkannya pada orang lain yang berakibat ibadah ini menjadi sia-sia. Naudzubillah…

Konten amal harian yang ada di aplikasipun saya sesuaikan dengan konten dari form yang sudah saya buat sebelumnya. Sehingga bisa saling melengkapi… Konten diantaranya untuk mencatat ibadah seperti sholat awal waktu, tilawah, dzikir pagi-petang, sholat rawatib, dhuha, tahajud, membaca buku, olahraga, puasa sunnah, mengikuti kajian dll… dengan target yang dibuat harian, pekanan atau bulanan. Semoga dengan pencatatatn ini bisa menjadi bahan untuk muhasabah diri, terutama kualitas keimanan kepada Allah. Sebagai cara untuk bertaubat jika ternyata ibadah kita menunjukkan lemahnya keimanan kita. Hisablah dirimu sebelum dihisab oleh Allah…



Solichati, 19/2/2018

#LatePost
#Day4
#Tantangan10Hari
#Level12
#KuliahBunsayIIP
#KeluargaMultimedia


Day3#Level12#AppKEUANGAN

PENCATATAN KEUANGAN

Masih berkutat dengan aplikasi teknologi untuk meningkatkan kebermanfaatan dalam rumah tangga dan sesame. Di hari ketiga ini mencoba untuk keluar dari zona nyaman tentang pencatatan keuangan bulanan. Meskipun sudah mulai membiasakan untuk rajin mencatat setiap pengeluaran selama 3 bulan terakhir ini, tetapi masih tetap butuh support untuk rapi. Apalagi jika pengeluaran keuangan terjadi untuk beberapa waktu yang lama sampai akhirnya tiba di rumah dan menyalinnya di note keuangan yang sudah disiapkan dirumah.

Masih tetap seperti pola saya yang enggan banyak terlibat dengan teknologi atau aplikasi. Disamping terkadang HP jadi sering eror karena memori berlebih, di satu sisi saya lebih suka corat coret langsung di kertas. Meski masing2 ada kurang lebihnya ya. Karena mau cari yang sempurna juga gak ada ya. Alhamdulillah setelah mengunduh aplikasi pencatatan keuangan, setidaknya sedikit membantu untuk segera mencatat pengeluaran saat posisi masih diluar rumah. Biar tidak kelupaan dan mencari2 entah kemana perginya uang…heeee. Tapi tetap saya lebih suka menulis di selembar atau note khusus keuangan bulanan. Saya anggap ini saling melengkapi saja. Alhamdulillah cukup terbantu. Sebenarnya poin terpenting mengapa tidak terlalu bergantung dengan aplikasi atau teknologi adalah karena menempa diri untuk sederhana dan siap dengan segala kemungkinan terburuk. Heeee alasan saja ini yaaa…


Dengan aplikasi ini saya bisa mencatat pengeluaran dengan beberapa kategori yang sudah saya sesuaikan dengan pos-pos pengeluaran saya : Belanja Harian (makanan), Belanja Bahan pokok, Arisan, transportasi, tagihan listrik, pengeluaran tak terduga dan lain sebagainya. Dengan pencatatan seperti ini juga bisa dilihat pola atau evaluasi pengeluaran dalam sebulan focus pada kategori apa. Sehingga bisa dievaluasi untuk rencana anggaran bulan berikutnya.
Belajar hidup sederhana dan hemat adalah sebuah kebutuhan. Bismillah semoga Allah membarokahkan rezeki.

Solichati, 19/2/2018

#LatePost
#Day3
#Tantangan10Hari
#Level12
#KuliahBunsayIIP
#KeluargaMultimedia



Jumat, 16 Februari 2018

Day2#Level12#VIDEO DOWNLOADER

VIDEO EDUKASI

Alhamdulillah masih diberikan kesempatan untuk berbenah setelah jeda lama tidak mengerjakan tantangan di level 12 ini. Masih terus mencoba untuk meyakinkan diri berinteraksi secara bijak dengan gadget. Apalagi saya masih belum bisa merubah mind set untuk sepenuhnya memanfaatkan teknologi atau aplikasi. Setidaknya masih berusaha memilah mana teknologi atau aplikasi yang bermanfaat untuk diri, keluarga dan anak-anak serta kebermanfaatan bagi sekitar.

Setelah lama berdiskusi dengan suami tentang manajemen gadget untuk anak2, terutama memanfaatkan video edukasi. Akhirnya kami memutuskan untuk membeli media televise yang ramah untuk menampilkan video edukasi jika diperlukan. Mengingat interaksi dengan televisi yang banyak sekali mudorotnya jika dibandingkan dengan manfaatnya. Alhamdulillah Allahpun menitipkan rezeki untuk bisa membeli perangkat media edukasi. Masih menjadi PR bagi saya untuk menelusur dan berselancar di youtube untuk memilah video edukasi mana yang bisa diberikan pada anak2. Setelah sekian hari mencoba download dan mengalami kesulitan download video dari youtube, akhirnya meminta tolong pada suami untuk memberikan solusinya. Alhamdulillah hasil utek2 media social, suami menemukan aplikasi Ummi Video Downloader yang sangat memudahkan saya untuk mengunduh video edukasi dalam waktu yang lumayan singkat. Karena aplikasi ini disimpan di PC dan saya kesulitan menemukan linknya, jadi mohon maaf belum bisa berbagi link aplikasinya.

Alhamdulillah setelah ada aplikasi ini di PC, semakin memudahkan untuk mengunduh video edukasi dan memindahkannya ke perangkat media yang ada dirumah. Manfaat lainnya jam-jam berinteraksi dengan televise mudah dikendalikan dan dibuat kesepakatan. Anak-anak pun tidak tergantung  dengan menontot televise, kartun anak2 yang terkadang jam tayangnya tidak ramah dengan jadwal yang lain, seperti jadwal sekolah, jadwal sholat, jadwal belajar dll. Dengan adanya video edukasi anak-anak lebih sering melihat video yang bermanfaat sekaligus sebagai sarana stimulasi tumbuh kembangnya berkait dengan semua fitrah yang ada.

Solichati, 17/2/2018

#LatePost
#Day2
#Tantangan10Hari
#Level12
#KuliahBunsayIIP
#KeluargaMultimedia



Sabtu, 03 Februari 2018

Day1#Level12#APLIKASI BeHafizh

BERINTERAKSI DENGAN ALQUR’AN

Puji Syukur hanya terpanjatkan kepada Allah yang hingga detik ini masih mengistiqomahkan diri dalam dan keluarga dalam iman dan islam. Nikmat yang tentunya tiada duanya dibanding dengan nikmat yang lainnya. Karena tentunya berbekal iman dan islam inilah yang memandu kita untuk memaknai semua kenikmatan yang dititipkan Allah dengan cara yang benar sesuai harapan Allah Sang Pemberi Nikmat.

Memasuki tantangan ke 12 di kelas bunda sayang, menjadi tantangan yang kompleks bagi saya. Seperti biasanya saya selalu merumuskan konsep setidaknya selama massa tantangan ini berlangsung. Ketika mengikuti kuliah webinar dua hari lalu, saya berkali-kali tercengang dan terkesima dengan usaha bu Septi Peni membersamai anak2 di jaman yang tak lagi bisa dipisahkan dari teknologi. Selama mengikuti kuliah umum menuntut saya untuk mendobrak stigma negative saya tentang teknologi. Selama ini saya memang lebih banyak antipasti dengan teknologi. Bahkan boleh dibilang sengaja menjauh karena sering berkali2 mengalami kegagalan ketika harus mengutak-atik IT. Bahkan merasa gak bakat banget berkutat dengan teknologi. Secara tidak sengaja tantangan kali ini membawa saya mengorek kendala yang saya hadapi saat harus menaklukan dunia perteknologian. Jujur saja sejak dulu saya memang dididik sederhana oleh orang tua terutaman dalam kepemilikan barang elektronik. Masih ingat betul saya ketika masih bersekolah dan kuliah, ketika semua rekan2 sudah memiliki Hp dan sejenisnya, saya baru memiliki HP ketika menginjak tingkat 2 kuliah. Komputer pun demikian. Bahkan ketika dunia media social mulai merambah life style teman2, saya sangat lambat mengenal dan utak atik akun media social. Baru mengenal email, Friendster, Facebook dll itupun karena terpaksa suatu kebutuhan bukan karena saya sangat minat berselancar di dunia maya. Heee lebih suka yang nyata2 saja… Walaupun sangat disadari di era teknologi saat ini antipasti bukan lah sebuah solusi. Tapi bagaimana kita bisa menggunakan IT dengan bijak sehingga mendatangkan banyak manfaat. Setidaknya setelah mendengarkan paparan bunda Septi membuat saya tersadar bahwa teknologi saat ini menjadi kemudahan bagi kita untuk diambil manfaatnya dalam memudahkan urusan kita.

Diingatkan kembali bahwa di tantangan “KELUARGA MULTIMEDIA” para ibu yang lebih banyak gagap teknologi digiring untuk melek teknologi, sehingga bisa menjalankan peran dengan optimal sebagai ibu sesuai dengan kondisi zaman saat ini. Tentunya Piramida Ibu Profesional menjadi acuan bagaimana kita bisa berusaha untuk bijak menggunakan teknologi…
1.       How to educate the children
2.       How to manage family
3.       How to be confidence
4.       How to continuous improvement
5.       Noble attitude
Setidaknya piramida ini yang akan mengantarkan kita professional di ranah bunda sayang-bunda cekatan-bunda produktif dan bunda solihah sehingga keberadaan kita dirasakan manfaatnya oleh orang2 sekitar.

Masih dalam rangka berusaha menjalankan resolusi tahun 2018 yang telah kami berdua (saya dan suami rancang), salah satunya adalah menambah hafalan Alqur’an. Selama ini mungkin kami sering meremehkan interaksi dengan Alqur’an. Sejak memasukkan ananda di kelas tahfidz semakin memicu semangat kami untuk menambah hafalan, setidaknya sekaligus membersamai ananda murojaah dan hafalan dirumah, secara tidak langsung orang tua pun dituntut untuk hafal. Maka sekalian saja piker saya, target hafalan kami samakan semua. Saat ini juz 30 tinggal murojaah dan menguatkan hafalan. Minimal dalam setahun ini kami hafal juz 29, syukur jika bisa dari itu. Tapi lebih baik sedikit tapi istiqomah. Saya pun membuat buku kendali hafalan untuk mendokumentasikan perkembangan hafalan dan murojaah. Dan hari ini coba utak atik lagi aplikasi yang sudah pernah kami download untuk membantu proses hafakan kami. Aplikasi beHafizh semoga bisa kami optimalkan pemanfaatannya. Dalam aplikasi ini selain teks Alquran juga disertakan audio syeikh yang membacakannya. Sehingga bisa dinikmati secara audio visual. Terdapat tombol pengulangan ayat, untuk memudahkan mengingat dengan mendengarkan dan membaca berulang sesuai keinginan. Icon centang yang dibubuhkan jika ayat/surat tersebut sudah dihafalkan menjadi penanda sampai ayat/surat mana hafalan kita. Dan masih banyak lagi beberapa menu di halaman utama yang bisa dimanfaatkan untuk membantu menambah hafalan. Meski belum sepenuhnya saya memanfaatkan aplikasi ini, karena saya lebih suka jika menghafal memegang mushof langsung, setidaknya dengan aplikasi ini anak2 akan belajar menghafal dengan menyenangkan dan tidak beranggapan bahwa gadget hanya untuk lihat video edukasi dan sejenisnya. Alhamdulillah ananda suka, dan sering meminta hafalan serta menandainya. Semoga Allah membarokahkan…

PR besarnya masih tetap pada managemen gadget yang bijak sehingga manfaat positif bisa didapatkan dengan mengurangi dampak negatifnya… Bismillah…
Berikut link aplikasi jika bunda2 yang lain ingin mencobanya…


Solichati, 3/2/2018

#Day1
#Tantangan10Hari
#Level12
#KuliahBunsayIIP

#KeluargaMultimedia