Tampilkan postingan dengan label KuliahBunSay. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KuliahBunSay. Tampilkan semua postingan

Selasa, 25 Juli 2017

Day6#BERBAGI MAKANAN dan MAINAN



 BERBAGI MAKANAN dan MAINAN

Siang hingga sore hari ini ananda sepulang sekolah bermain bersama saudara sepupu. Mereka asyik bermain dan berbagi makanan. Pembelajaran matematika hari ini terkait dengan pembagian kue dan mainan saat bermain bersama saudara sepupu. Kami orang tua hanya mengarahkan agar tidak terjadi perkelahian diantara mereka. Hanya ada 1 macam kue, maka inisiatif kakak bagaimana kue yang bisa dimakan bersama2… kue dipotong2 menjadi 3 bagian, 1 bagian untuknya, 1 bagian untuk saudara sepupu dan sisanya untuk adek. Entah pembagian yang mereka lakukan sama ukuran atau tidak tak jadi soal, yang penting terbagi. Heeee
Begitu pul asaat mainan. Biasanya hanya berbagi berdua dengan si adek kini mereka menisasati bagaimana agar mainan yang ada bisa terbagi untuk bertiga, bermain bersama tanpa berebut. Sesekali kakak tambah mengalah atau bergantia, sesekali saudara sepupu yang mengalah… Hmmm serunya bermain angka, menambah, mengurang meski sebenarnya mereka pelum paham betul dengan angka, tapi setidaknya mereka sudah menerapkan dengan baik versi mereka. 

Solichati#24Juli2017

#Day5
#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunSayIIP
#ILoveMath
#MathAroundUs

Sabtu, 22 Juli 2017

Day3#DI SEPEDAKU ADA MATEMATIKA



DI SEPEDAKU ADA MATEMATIKA

Seminggu terakhir ini bersepeda menjadi mainan yang menduduki rating tertinggi mengisi hari2 duo jagoan, pasalnya si kakak sudah mulai percaya diri dan lihai mengendarai sepeda roda 2 tanpa bantuan. Yeeey sukses berlatih hanya dalam 2 hari. Kalah berat ini uminya… Tipikal kehatian-hatian si kakak, karena takut jatuh, takut terluka sempet membuat si kakak sama abi berseteru saat berlatih. Heee si kakak ragu2 terus untuk mengambil keputusan. Dengan banyak nasehat dari si abi, Alhamdulillah kakak berhasil. Bener memang ya untuk membangkitkan sisi-sisi ketangguhan pada anak memang butuh kehadiran seorang ayah. Gak kebayang kalo yang melatih uminya…pasti bakalan manja, gak percaya diri atau dikit2 berderai air mata. Heeee perasaan seorang ibu yang gak tegaan kadang mempengaruhi psikologi si anak.
Maka belajar matematika saat bersedepa menjadi seru bagi anak2 hari ini. Pagi hari setelah aktivitas pagi dirumah anak2 memutuskan ijin untuk bersepeda kerumah eyang..gak jauh sih, depan rumah saja… heeee. Riuh banget suaranya… balapan ayoo balapan. Giliran si kakak lebih cepat, “Yeeey aku juara 1” kata si kakak. Si dedek gak terima, “halah aku kok juara 2 kalah.” Ngambeknya jadi senjata utama merayu kakak untuk mengalah. Alhasil si kakak gak mau kalah, karena dia bilang gak seru klo mengayuh sepedanya pelan2. Hmmmm gak hanya dalam mengayuh si kakak bilang gak seru kalo pelan, bahkan ngomong saja klo diminta pelan dia bilang juga gak seru…(heeee kelebihan volume suara-potensi red). #Belajar urutan juara#lebih cepat-lebih lambat.
Hmmm anak2 ini memang gak ada capeknya ya. Stok Energinya bertangki-tangki… siang stelah sholat dhuhur pun masih ijin ingin bermain sepeda. Okelah mau berapa lama?? 10 menit kata si kakak. Maka 10 menit sesuai kesepakatan dimanfaatkan dengan baik. Bermain kali inipun ditemani umi lagi, karena abi sedang ada tugas Negara. Hmmm ngelus dada bener ngamati anak2 ini maen sepeda, bolak balik uminya selalu berteriak kecepatannya diatur, remnya-remnya, hati2. Atpi seperti not responding dan duo jagoan tetap saja bermain dengan full energy. Kata sikakak kecepatan penuh miii… Sampai waktu 10 menit habis, mereka berdua memutuskan untuk bermain sepeda di teras dengan membalikkan posisi sepeda, kata si kakak bermain setir mobil dan kapal laut. Mereka sama mengelompokkan bagian dari sepeda yang berbentuk lingkaran, belajar warna. Bahkan si kakak yang hoby banget mengatur orang, selalu mengkomando adek untuk menambah atau mengurangi kecepatan roda. Hmmm seneng banget klo lihat mereka berdua rukun. Semoga menjadi momen yang melekat di ingatan tentang sebuah kebersamaan dan persaudaraan #Belajar pengaturan kecepatan #Batas waktu #Geometri#Warna
#FitrahBelajar dan Nalar #Fitrah individu dan sosial

Solichati#22Juli2017
#Day3
#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunSayIIP
#ILoveMath
#MathAroundUs

Jumat, 21 Juli 2017

Day2#BERAPA MAINAN YANG KUMILIKI??



BERAPA MAINAN YANG KUMILIKI ???

Jum’at 21 Juli 2017… seperti hari2 sebelumnya saat berinteraksi dengan anak2, beraktivitas, kebersamaan, pertengkaran antara duo jagoan kecil yang woooow. Heeee akhir2 ini ego keduanya sedang sama2 memuncak, pasalnya mereka berdua mempunyai tipikal yang berbeda tapi sama2 dominan. Sama2 tidak mau saling di atur, punya kemauan sendiri2 untuk kepuasan mereka masing2. Seperti halnya pagi ini, belum beranjak dengan aktivitas diluar rumah, setelah bangun tidur mereka sudah mulai berebut kekuasaan untuk menguasai sebuah mainan. Wkwkwkwk gak hanya urusan politik saja ternyata ya yang berebut kekuasaan, dalam rumah mungil kami pun sudah mulai tampak ada perebutan kekuasaan diantara duo krucil terhadap mainan2 mereka. Hmmm anak2…brasa banget rumah ini selalu rame dengan suara2 riuh mereka.

Yah…mainan lego mobil masih tetap menjadi idola bagi anak2 beberapa waktu terakhir ini, kemampun pergi bawaannya lego. Mandi, tidur, kerumah tetangga, kerumah eyang…lego lego dan lego. Mereka memang bisa berimajinasi membuat alat transportasi kesukaan mereka, membuat robot ato apalah yang membuat mata mereka berbinar-binar. Lagi2 ini soal selera, tentang bentuk yang mereka buat saja, mereka berdebat mengunggulkan hasil karya mereka yang paling bagus, hmmmm rame lagi lah akhirnya. Tentang warna kesukaan dan jumlah lego yang ada di tangan mereka apalagi, bikin heboh gak kelar2. Pagi ini ada abi dan umi yang duduk manis menemani mereka bermain… 30 menit sebelum kakak harus bersiap2 dengan aktivitas di sekolah. Sebentar sepertinya ya tapi kebersamaan dengan anak2 akan berasa lama dampaknya bagi kedekatan mereka dengan kami orang tuanya. Eiiit beberapa menit kemudian diantara keseriusan kami menemani mereka ada suara gaduh “Ini punyaku!!”, “Ini punyaku!” berebut dengan cepat. “Umi aku maunya yang itu…kakak tidak mau berbagi. Punyaku Cuma sedikit” begitulah si dedek klo lagi ngomong panjang lebar nonstop. Heeee. Giliran kakak yang membela diri. “daritadi punyaku sebanyak ini kok mi, aku tidak merebut, adek yang gak mau gentian” Gantian si kakak membela diri. Yeaayy kesempatan emas untuk belajar Math sederhana membuat logika mereka ikut bermain saat sedang enjoy utak atik mainan. Yuk kita hitung dulu punya adek brapa dan warna apa saja…Mulailah dia berhitung 1,2,3,4,7,8,9,10..dst. Hahahah angka 6 selalu sering terlewat. Dan kali ini ananda sudah mampu menyebutkan angka sampai “Tujuh Belas”, meski gak urut. Sudah belasan saja ya… Adek masih pada tahap logika jumlah yaaa…meski bentuk angka belum paham. Karena memang berlogika dg Matematika lebih penting daripada sekedar menghafal angka dan urutannya. Untuk warna dedek sudah sukses menyebutkan semua warna baik warna pokok maupun campurannya, sudah sukses dan tidak pernah terbalik2 lagi. Sampai di akhir sesi menghitung dia bilang “Horeee punyaku banyak”. #menghitung #mengenal warna #kuantitas (banyak-sedikit).

Tiba giliran kakak yang menghitung…  Kali ini hitungan kakak sudah bertambah sampai dua puluh ke atas, meski kadang masih ada juga angka yang terlewat. “Yeeee punyaku lebih banyak!!” begitu kata si kakak. Modalitas auditori adek membuat dia focus pada suara orang, dan alhasil gelisah lah dia mendengar si kakak bilang punya kakak lebih banyak. Hmmm rame lagi, gaduh lagi (hahahaha pusing pala berbi). “Umi punyaku Cuma sedikit daripada punya kakak. Aku maunya banyak”. Mulailah mantra andalan saat ananda sedang berebut barang2, mainannya saat ini sedang dibuat mainan kakak ya nak, kalau mau pinjam ijin dulu, kalau masih dipake kakak berarti di tunggu dulu sampai kakak selesai memainkannya. Kecuali kakak mau berbuat baik dengan berbagi mainan jika sedang tidak digunakan kakak. Bgitu ya kakak-adek. Adek juga harus berbuat baik dengan cara sabar menunggu-antri pinjam mainan. Kakak mau mainan berapa lama nak? “7 menit” jawabnya . Kata adek “bunyikan alarm nya mik… 7 menit gentian”. Oke sayang… hmmm panjang banget ya mantranya. Sampai kadang anak2 sudah halaf dan langsung potong kompas, ayooo osom dulu terus nyalakan alarm. Heeee anak2…
#Perbandingan #Kuantitas #Adab meminjam #Tertib kesepakatan (alarm).

Yahhh itulah anak2… mereka selalu punya imajinasi dengan dunianya dan cara mereka menyelesaikan masalah di dunianya. Bersitegang, bertengkar… terkadang orang tua heboh ikut marah, ikut tegang, aksi bela ini bela itu. Ketika orang tua sudah heboh dan mengeluh knapa sih anak2 ini suka bertengkar. Ehhh di sudut sana mereka sudah menyelesaikan urusannya, ketawa ketiwi seperti tidak ada masalah. Yaaah anak2. Simple ya mereka…  
Kisah hari ini 30 menit membersamai, berasa sehari menemani selesaikan masalah…wkwkwkwk.
#Fitrah belajar dan nalar #Fitrah Individual dan Sosial


Solichati#21Juli2017


#Day2
#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunSayIIP
#ILoveMath
#MathAroundUs

Kamis, 20 Juli 2017

Day1#MELOMPAT-MENGATUR JARAK



MELOMPAT – MENGATUR JARAK

Membuat hal yang rumit menjadi sederhana, ibarat selesaikan sebuah masalah dengan trik yang pas dan hati puas. Belajar matematika tak sekedar tentang angka yang harus dihafal tapi lebih penting pada permainan logika. Ya permainan. Terkadang kita sering menganggap masalah sepele menjadi sangat besar karena dibesar-besarkan, atau sebaliknya masalah yang besar menjadi disepelekan karena dianggap tak penting. Belajar matematika…belajar untuk menempatkan masalah pada tempatnya dengan logika perhitungan kita seberapa besar dan penting sebuah masalah menuntut perhatian kita. Heeee… lama2 bingung sendiri saya dengan tulisan ini.
Masih ingat saya ketika jaman sekolah SD-SMA dulu, kalau mendengar atau melihat jadwal matematika yang terlintas dalam pikiran saya adalah kertas buram atau daur ulang atau reuse atau kertas untuk corat coret gak boleh ketinggalan. Ibaratnya ini adalah kertas sakti yang memandu jalan pikiran saya untuk menyelesaikan masalah. Bicara angka saya lebih suka riil terlihat dan rasional daripada sekedar membayangkan. Dan mungkin saja hal ini juga terjadi pada anak2 saya atau anak2 yang lainnya. Sederhana saja hari ini kami belajar ulang tentang kalimat produktif yang bisa dijadikan sebagai media pembelajaran matematika. Perkara meminta tolong atau memerintahkan anak untuk mundur saat menonton televisi, kadang geregetan ya sudah dikasih tau berkali kali, tetap saja si kecil lebih suka mendekat ke layar televisi. Hmmm akhirnya muncullah ide dari kami berdua… Yuk anak2 atur jarak kita saat nonton televise ya… 4 langkah mundur dari televise (menjauh red), hap-hap-hap-hap, 1,2,3,4. Wooow seketika anak2 ceria melompat dan mengikuti saran kami orangtua. Anjuran ini menjadi semacam permainan melompat untuk ambil jarak. Bukan lagi sebagai perintah yang membuat mereka jengah karena merasa disuruh-suruh atau merugikan mereka karena berjauhan dengan televise. Alhamdulillah dalam sekejap belajar melompat sambil hitung lompatan kali ini menjadi pelajaran yang diingat. Semacam ada prosedur menonton TV… hitung jarak…lompat2…hap-hap-hap-hap 1,2,3,4…duduk di ubin ke5 dari televise.
Sederhana bukan? Belajar berhitung dan bermanfaat untuk kegiatan seharai-hari yang lain. Untuk saat ini masalah teratasi. Semoga bisa berlanjut ya menerapkan prosedur atur jarak saat menonton TV.

Solichati#20Juli2017

#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunSayIIP
#ILoveMath
#MathAroundUs