Tampilkan postingan dengan label Aliran Rasa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Aliran Rasa. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 07 Oktober 2017

ALIRAN RASA#8



ALIRAN RASA#8
TAWAKKAL DAN REZEKI

Alhamdulillah…Puji syukur pada Allah yang telah memberikan kesempatan untuk belajar memperbaiki diri. Sehingga akan terus memperbaiki diri sebagai istri dan ibu2 dari anak2 sholeh…
Hmmm materi 8 tentang cerdas finansial ini lagi2 menjadi materi pengingat yang luar biasa akan kompetensi diri sebelum memahamkan pada anak2. Apalagi selama sebulan terakhir belajar cerdas finansial tidak hanya melulu soal uang dan nominalnya. Pemahaman konsep tentang rezeki masih menjadi prioritas bagi kami dan anak2 yang masih usia balita.

Memahami apa itu rezeki, darimana datangnya rezeki, bagaimana cara mendapatkan rezeki dan bagaimana menggunakan rezeki inilah yang kami diskusikan dengan anak2 lewat cerita ringan dan pembiasaan keseharian. Begitu banyak Tanya dan jawaban yang berat harus dipertanggungjawabkan pada Allah atas apa2/rejeki yang Allah titipkan. Nikmat kesehatan, waktu luang, badan yang sempurna ini adalah rejeki dari Allah yang juga harus dipertanggungjawabkan upaya kita memelihara dan memanfaatkannya. Uang dan hadiah lainnya pun demikian. Tak perlu mengkhawatirkan rezeki yang sudah pasti, mengkhawatirkan hal2 yang belum tentu terjadi, dan meninggalkan kewajiban yang sudah seharusnya dilakukan.  Maka memahamkan kembali tentang Rezeki itu sudah pasti, kemuliaanlah yang harus dicari. Hmmm memahami hal ini jadi teringat beberapa tahun silam saat saya dan suami mengambil keputusan resign dari kantor kami masing2, saya harus focus pada keluarga sedangkan suami memilih untuk mandiri berwirausaha. Dan Allah pun menunjukkan bukti atas janjiNya. Allah mencukupkan semuanya.

Belajar tentang cerdas finansial menuntut kami,orang tua, menjadi teladan terbaik bagi anak2. Teladan dalam ketakwaan pada Allah tentang pemberian rezeki dari Allah. Teladan terbaik dalam mengupayakan kehalalan rezeki yang kami dapatkan. Teladan dalam memanfaatkan rezeki dengan baik, menunaikan dan menyisihkan hal orang lain dalam rezeki kita, memilah dengan baik antara kebutuhan dan keinginan. Hmmmm berasa belum sempurna menjadi teladan bagi anak2. Tapi kami akan terus berproses bersama untuk menjadi lebih baik. Grow Up Together. Bismillah…

Barangsiapa bertawakal pada Allah maka Allah akan mendatangkan rezeki dari pintu yang tak disangka-sangka… Yakinlah tentang ini dan kuatkan ketawakkal an pada Allah.

Solichati#7Oktober2017
Aliran Rasa # Cerdas Finansial.

Jumat, 14 Juli 2017

ALIRAN RASA 5#SUKA MEMBACA



ALIRAN RASA “SUKA MEMBACA”

Masih ingat rasa deg-degan dan mata berbinar saat menerima tantangan pembelajaran sesi ini. Entah mengapa mendengar kata “BUKU, BACA dan BICARA” sampai saat ini masih menyedot perhatian besar dalam diri saya. Entah apa namanya, Suka, Hoby atau tergila-gila heeee. Belum lagi akhir-akhir ini si kakak lagi antusias belajar tentang huruf-huruf. Sampai suatu ketika hasil evaluasi di sekolah, ananda Ihan masih tetap konsisten belajar bunyi dan bentuk huruf E. Hmmm kadang sesekali terlintas rasa khawatir bagaimana jika ananda terlambat bisa membaca. Saya luangkan untuk ngobrol santai dengan guru dan mendapatkan motivasi bahwa tak perlu tergesa2 atau bergegas ananda bisa huruf ini itu atau menggegas membaca. Tuntaskan dulu tahap MENDENGAR atau kemampuan ananda untuk menyimak. Hmmm kembali lagi mengingat tahapan menstimulasi kemampuan anak “Mendengarkan (listening skills) – Berbicara (Speaking Skills) – Membaca (Reading Skills) – Menulis (Writing Skills)”. Semakin mantap bahwa tak perlu menggegas, karena akan jauh lebih penting membuat anak SUKA BACA daripada sekedar BISA MEMBACA. Memiliki dua balita dengan tahap usia berbeda menjadi tangtangan tersendiri bagi saya dalam menstimulasi perkembangana bahasa dan suka membaca. Ananda Raihan (6y) dengan gaya belajar kinestetiknya dia selalu punya cara untuk bisa menyimak apa yang dia dengar, kosakata dan kemampuan bicara yang wooow, bahkan terkadang sudah mulai menanyakan perbedaan bahasa dari kosakata yang dia dengarkan. Apakah itu bahasa jawa atau bahasa Indonesia? Heeee efek banyak bahasa yang dia dengar. Alhamdulillah saat kecil dia tidak mengalami bingung bahasa. Karena sesekali kami berusaha menjelaskan maksud kata yang dia dengarkan. Lain lagi dengan si dedek dengan modalitas auditorinya… diusia nya 3,5y kosakata hampir sama dengan si kakak. Wooow banget. Berbicara dengan kalimat lengkap pun sudah mahir. Hmmm emaknya cerewet (Hoby Bicara red) nurun deh ke anak2nya…

Ruang Baca mini milik keluarga menjadi ruang yang produktif selama beberapa waktu terakhirnya ini…heee tamparan hebat mendarat di pipi uminya ini yang Hoby koleksi buku. Menjadi tantangan untuk segera mengkhatamkan banyak buku yang telah dikoleksi dan menerapkan ilmu yang di dapat setelah membaca. Memberikan teladan membaca menjadi prioritas utama. #ForThingstoChangeIMustChangeFirst Pohon literasi milik abi dan umi, Kereta Literasi milik Duo jagoan sudah kami sepakati menjadi media untuk mendokumentasikan hasil membaca buku. Maka di hari pertama pun ananda sudah berkomitmen aku mau banyak baca, biar kereta ku lebih panjang, gerbongku lebih banyak dari daun2 nya umi. Dalam sehari di hari pertama langsung tuntas menghabiskan beberapa buku. Hingga uminya pun belajar melatih kesabaran dan menata semangat karena Allah lebih menyukai amalan yang sedikit tapi konsisten daripada banyak sekaligus dalam sehari tapi tidak pernah baca lagi setelahnya. Hmmm lagi2 ini nasehat sendiri untuk emaknya. Pagi bangun tidur dan malam menjelang tidur menjadi waktu yang pas untuk “READING TIME”. Selama bulan Ramadhan menjadi pembinaan bagi kami untuk menemukan pola dan menajemen waktu yang baik. Alhamdulillah sudah menemukan pola untuk membaca bersama keluarga. Ketika mudik pun tak lupa amunisi stimulasi baca menjadi bagian dari perbekalan. Buku2 kesukaan anak2 menemani perjalanan aktivitas mudik kami. Lagi-lagi Tantangannya adalah untuk istiqomah. Dimanapun dan kapanpun. Buku tentang hadist, Muhammad Tekladanku, Kisah Sahabat Nabi, Woow Amazing series telah dilahap dengan hati gembira.

Tentunya tantangan ini tak berhenti sampai disini, karena PR besarnya bukan sekedar menyelesaikan tantangan tapi lebih pada istiqomah untuk waktu2 kedepan. Baca dan Baca. Semoga ini juga menjadi jalan bagi keluarga kami segera merealisasikan RUMAH BACA untuk anak2 dan remaja di sekitar rumah kami. Aamiin Ya Rabb.

Solichati / 15 Juli 2017


Senin, 17 April 2017

ALIRAN RASA "My Family My Team"



My Family My Team


Segala puji memang selayaknya hanya untuk Allah, Dzat yang Maha Melindungi dan Menggenggam hati hamba2Nya.  Alhamdulillah masih diberikan kesempatan oleh Allah untuk terus belajar dan memperbaiki diri. Dipertemukan dengan komunitas ibu2 pembelajar yang Luar Biasa di tantangan level 3 ini pemicu semangat untuk terus memperbaiki diri. Kenikmatan yang tak kalah penting adalah dianugrahkan team “keluarga” yang selalu menjadi media untuk belajar saling memperbaiki diri.
Masih ingat betul diskusi kami tentang Visi Misi Keluarga “Menjadi Bahagia dunia akhirat dengan cinta Allah, cinta Rasulullah dan Cinta qur’an serta bermanfaat bagi sekitar”.  Setidaknya inilah kesamaan tujuan inilah yang menjadi pondasi pagi kami untuk melangkah memperbaiki diri dan keluarga kami hingga akan bermanfaat untuk orang2 sekitar dan umat, tak lain karena kami berharap kebahagiaan yang tak cukup hanya di dunia, tapi kebahagiaan hingga di akhiratNya kelak, kembali bersua dengan keluarga tercinta di SurgaNya. Aamiin Ya Rabb.

 My Family My Team…  kata yang tepat bagi kami untuk mengawali dan meyakini bahwa dengan segala keunikan yang dimiliki anggota keluarga, kami akan memulai untuk memperbaiki banyak hal dalam keluarga kami. Tantangan kali ini sukses membuat kami lebih kompak dalam merutinkan dialog2 ringan penuh makna, konsisten melatih kemandirian dan mengasah kecerdasan kami hingga terwujud proyek2 kecil sebagai hasil kesepakatan. Berasa seperti mimpi cie cie… dari hal2 kecil yang biasa kita lakukan sehari2, yang mungkin sebelum2nya juga sdh pernah kita lakukan, dengan membuatnya menjadi Family Project hal yang biasa2 saja menjadi WWWOOOOWWW hanya dengan sentuhan Family Forum dan manajerial tim. Merapikan mainan, berberes buku atau yang lainnya biasanya hanya berasa sebagai sebuah kesibukan sehari hari yang mengerjakannya sambil lalu, kali ini menjadi semua project yang sangat menyenangkan bagi kami. Thanks tantangannya…

Jujur saja tantangan kali ini membuat kami terbuka satu sama lain tentang ide dan gagasan bahkan menyampaikan juga keberatan… heeee kami masih terus memperbaiki komunikasi produktif kami dalam keluarga. Terutama bagi saya “Umi” yang terkadang lebih dominan dan suka ngatur2 urusan manajerial rumah tangga belajar untuk Ngerem…Ngempet memberikan kesempatan pada anggota keluarga yang lain untuk berpendapat. Heee satu lagi yang penting bagi saya adalah menurunkan standart perfectionis yang selama ini nempel banget di saya…hahaha maklum lah bekerja dalam team…maka harus sejalan dengan keputusan team. Menurunkan standart membuat saya enjoy sajalah dengan apapun hasilnya project kami,  karena yang terpenting adalah PROSES  menjalankan project bukan hasilnya. Selama menjalankan project, Proses yang saya rasa banyak perubahan adalah bertambahnya momen diskusi “Family Forum” . Diskusi2 ringan jadi sebuah kerja2 perbaikan dalam keluarga kami.

Menyoal pembagian peran kami tidak pernah mempersoalkan jika ada yang dominan, mengingat masing2 anggota keluarga memiliki kesibukan menunaikan amanah asasi. Bagi kami berperan sedikit dan sekecil apapun tidak akan ada yg luput dari pengawasan dan pencatatan Allah. Maka berbuat baiklah sekecil apapun yang bisa kau lakukan. Ini juga yang kami pahamkan pada anak2… membantu sebisa mereka (heee maklum masih balita). Project kali peran utama penanggungjawab masih rekor utama dipegang umi yaaaa… heeee. Alhamdulillah abi menjadi sponsor utama pendanaan dan pengadaan alat bahan… (heeee peran yang tak tergantikan ini, wkwkwkwk). Anak2 so pasti sebagai penggembira… Tau knapa?? Saya seneng banget lihat anak2 terlibat proses dengan keunikan masing2 sesuai tahap tumbuh kembangnya. Menjadi PR kami kedepan untuk Family Project selanjutnya, saling memahami potensi unik masing2 dan membagi peran sesuai dengan potensi tsersebut sehingga project akan berjalan maksimal.

Semoga Family Project ini tidak sebatas pemenuhan tantangan di kelas BunSay tapi akan istiqomah kami lakukan kedepan. Kami sekeluarga meyakini bahwa istiqomah dalam kebaikan itu sebuah kewajiban. Karena kebaikan sekecil apapun tak akan luput dari pengawasan Allah, dan jika kita niatkan untuk mendapat keridhoan Allah, semoga akan menambah berat amal timbangan kebaikan kami sebagai bekal kehidupan yang kekal. Aamiin ya Rabb…

#AliranRasa
#MyFamilyMyTeam
#BunSayIIP