Senin, 06 November 2017

Day5#Level9#SOLUSI KREATIV



FOKUSLAH PADA SOLUSI

Menyelesaikan tantangan kali ini agak berbeda dengan sebelumnya. Mungkin sesi kali ini lebih focus pada perbaikan diri saya pribadi dan meningkatkan komunikasi intens dengan pasangan.
Beberapa hari ini saya sering dihadapkan pada beberapa permasalahan dimana saya sebagai ketua panitai sebuah acara yang cukup besar. Tepatnya hari Minggu pekan ini acara Talkshow Keluarga Sakinah akan diselenggarakan di kota Batu. Semoga Allah memberikan kelancaran selama proses dan pada saat hari H.

Dua hari ini bagi saya adalah hari yang sangat menegangkan…banyak hal yang diluar prediksi, kejutan2 yang tidak bisa ditebak sebagai dari proses persiapan talkshow. Dag dig dug di hati ini senantiasa mengiringi perasaan. Tentang kepastian tempat, jumlah peserta dan masih banyak lagi yang mendekati H-5 pelaksanaan masih banyak interupsi dan perubahan rencana. Tempat curhat utama adalah Allah, dan suami sebagai teman setia yang senantiasa membantu untuk menguatkan dan memberikan alternatif solusi atas permasalahan yang ada. Seperti biasa kuatnya pengaruh perasaan ketika menyelesaikan masalah menjadi ciri khas kebanyakan kaum wanita, meski tentunya tidak semua demikian. Nah saya termasuk yang kadang masih dominan perasaan. Hingga kadang tidak terasa ketika suami menasehati atau sedang bercrita tanpa disadari air mata ini mengalir dengan sendirinya, gak bisa tahan. Hmmmm termasuk kemarin malam dan hari ini… Air mata ini mengalir mengikuti rasa yang tidak pasti, memperbanyak istigfar dan doa sebagai penguat hati sudah terus dilakukan. Hingga ketika suami merasa keheranan, akhirnya suami mengajak saya diskusi permasalahan apa yang saya hadapi dan bagaimana membuat solusi atas permasalahan yang ada. Mencoba untuk belajar kreatif menciptakan solusi. Suami dengan penyelesaian yang rasional mengajak saya untuk berpikir dingin menghadapi permsalahan dan logis menyelesaikannya… Plan A,B dan C dipaparkan oleh suami yang semakin memantapkan rencana yang sudah saya buat sebelumnya. Fokuslah pada solusi, hingga tiap masalah yang ada akan terselesaikan dengan baik. Jangan focus pada masalah yang akan semakin memperkeruh suasana. Sama seperti halnya kita diminta focus pada cahaya anak2 kita saat menstimulasi mereka, sehingga kegelapan atau kekurangan mereka menjadi sangat tidak berarti. Bahkan Allah pun telah berjanji bahwa setelah kesulitan pasti ada kemudahan, dan menegaskan ini setidaknya 2 kali dalan surat Al Insyrah. Maka fokuslah pada solusi, ikhtiarkan secara optimal. Selebihnya serahkan pada kekuasaan Allah untuk memberikan hasil yang terbaik. Kewajiban manusia hanya sebatas pada proses yang optimal, hasil adalah kekuasaan Allah.

Sangat bersyukur dipasangan dengan suami yang sangat mengerti dan memahami.
Inilah salah satu hikmah dibalik ketentuan Allah memasangkan antara laki2 dan perempuan. Diciptakan untuk saling melengkapi, diciptakan untuk saling menguatkan. Semoga demikian adanya pada semua pasangan yang ada. Terkadang jika ada yang merasa tidak demikian bersama pasangannya, itu dikarenakan kebanyakan kita hanya focus melihat masalah yang ada, sehingga solusi ini menjadi makin menjauhi kita. Setidaknya hikmah dari setiap ketentuan yang Allah buat adalah Allah ingin kita kuat dengan semua ujiannya, perbaikan dalam proses, FOKUS PADA SOLUSI untuk memcahkan masalah dan semakin mendekat pada Allah Yang Maha Mengatur segalanya…
Ya Rabb jadikan kami hamba yang senantiasa menjadikan sabar dan syukur sebagai kendaraaan dalam hidup kami setiap menjalani ujian.

Dan hari ini pun Allah telah menunjukkan pada kami betapa banyak kekuasaanNYa yang tak terbatas untuk mengatur segala urusan. Banyak hal yang diluar dugaan dan menjadi bagian dari scenario terindah. Semoga ini adalah keputusan yang terbaik atas campur tangan Allah. Sekali lagi dari setiap ujian Allah hanya ingin melihat seberapa besar keimanan kita dan optimalnya ikhtiyar kita. Ya Rabb kuatkan…

Solichati, 6November2017

#Day5
#Tantangan10Hari
#Level9
#KuliahBunsayIIP
#ThinkCreative

Minggu, 05 November 2017

Day4#MENGHIAS PAPAN KREASI



PAPAN KREASI

Berkreasi kali ini lagi-lagi sebatas kegiatan di dalam rumah, arena kondisi umik yang belum memunkinkan untuk berkreasi di luar rumah. Kegaiatn kami pun boleh dibilang seadanya, tapi bonding yang kami rasakan dengan kegiatan sederhana pun terlampaui. Beberapa waktu lalu umik sempat ijin pada abi untuk membuat semacam papan sebagai media untuk menempelkan karya anak2, namun gayung tak bersambut karena abi memang tak begitu suka dengan tempelan2 yang terkadang merusak dinding. Akhirnya sebuah banner bergambar kartun anak2 pun dijinkan abi menempel di salah satu sudut ruangan untuk menempelkan karya ataupun memo yang harus kami kerjakan dengan segera. Meski selama ini space ini belum termanfaatkan dengan baik. Akhirnya mala mini kami bertiga, umi dan anak2 memtuskan untuk menghiasi papan sehingga berharap kedepan bisa termanfaatkan dengan baik.

Berrbekal bahan sedanya yaitu kertas liopat warna warni yang tersisa sedikit dirumah, gunting, lem dan isolasi. Umi membuat ulisan dan anak2 yang menggunting. Alhamdulillah kreasi yang sekaligus menstimulasi tumbuh kembang anak dari sisi motoric halus. Anak2 pun senang meski ketika menggunting sempat mendapatkan hasul yang tidak memuaskan. Setelah selesai menggunting, umi menemoelkan pada kertas HVS dan menggunting polanya, setelahnya menempelkan pada papan banner yang ada di sudut ruangan. Warna-warni membuat anak2 menyukai karya kami mala mini, meski[un hanya sekedar membuat tulisan PAPAN KREASI.

Inilah bagian dari sebuah kreativitas, mengolah dari ide yang sebelumnya sudah ada menjadi sesuatu yang baru. Dan sebuah kegiatan yang bisa meningkatkan bounding antara anggota keluarga. Alhamdulillah senang bisa melampaui hari ini meski dengan ide yang terbatas dan eksekusi yang tertatih2. Atas ijin Allah semoga semuanya diberkahi… Aamiin

Solichati, 5November2017

#Day4
#Tantangan10Hari
#Level9
#KuliahBunsayIIP
#ThinkCreative


Sabtu, 04 November 2017

Day3#Level9#KREASI JAM AKTIVITAS

JAM AKTIVITAS ANAK SHOLEH

Malam ini, selepas aktivitas seharian bersama umik dan kesibukan yang lainnya di amanah yang lain, umik dan anak2 menyempatkan waktu untuk bersama2 belajar. Meluangkan sedikit waktu dengan kebersamaan seutuhnya menjadi suatu hal yang sangat penting. Sesungguhnya anak2 hanya membutuhkan kebersamaan bersama kedua orang tuanya, kebersamaan dengan tulus. Quality time… yang terkadang tanpa kita sadari berkualitasnya waktu juga membutuhkan kuantitas. Karena dengan kuantitas kebersamaan itulah kita akan menemukan momen2 yang berkualitas. Dan inilah yang kami lakukan bertiga, bersama2 membuat jam aktivitas.

Beberapa waktu sebelumnya, umik sudah pernah membuatkan agenda harian untuk anak2 terutama untuk kakak Ihan. Mengingat tipikal kakak Ihan yang sangat menyukai keteraturan, maka keberadaan jadwal menjadi hal yang sangat membantu kakak Ihan untuk menuntaskan beberapa kegiatan. Apalagi kakak Ihan saat ini juga sedang semangat belajar tentang angka, maka membuat jam dan jadwal harian setidaknya membantu kakak Ihan untuk stimulasi tumbuhkembang kemandirian dan tingkat kognitifnya. Begitu pula dengan kakak Zaidan yang sering membedakan waktu dari gelap terang, pagi siang, setidak jam aktivtas yang kami buat akan membantu menstimulasi kakak Zaidan untuk mengenal angka pada jam. Meskipun semua ini hanya sebagai media pembelajaran, ternyata penampilan yang menarik dan bagus sangat mempengaruhi semangat anak2. Menggunting bentuk geometri jam, memberikan jarum penunjuk angka jam berikut rangkaian aktivitas apa saja yang dilakukan pada jam tersebut akan sedikit membantu ananda, memudahkan mengenali aktivitas apa saja yang akan kami lakukan. Sekaligus membentuk kebiasaan dan kedisiplinan pada anak2.

Disinilah kreativitas umik diuji lagi saat biasanya umik lebih suka dengan bentuk table, maka khusus untuk jadwal aktivitas anak2 umik berkreasi dengan bentuk yang lain. Gambar jam ternyata cukup membuat anak2 senang melihatnya. Bahkan untuk mempercantik kakak Ihan meminta tulisan dan jarum jam dibuat warna warni dengan spidol. Kegiatan belajar dan berkreasi kami malam ini seputar menggunting dan menempel jam aktivitas. Tantangan selanjutnya adalah belajar untuk konsisten dan komitmen dengan jadwal yang sudah dibuat, dan nampaknya untuk menerapkan jadwal ini pun membutuhkan kreativitas dalam membiasakannya pada anak2. Semoga Allah memudahkan…

Solichati, 4November2017

#Day3
#Tantangan10Hari
#Level9
#KuliahBunsayIIP
#ThinkCreative


Jumat, 03 November 2017

Day2#Level9#KREASI MENU SEHAT



TUMIS BAYAM


Jumat pagi…tak secerah hari biasanya, seperti biasa tanpa disadari umi dan abi memiliki kebiasaan yang sama selepas sholat shubuh, menyempatkan untuk tilawah beberapa lembar Alqur’an. Seperti biasanya pula saat  duduk berdua kami sama2 tdk bisa menahan untuk berbicara tentang kejadian yang kita alami masing2, entah dengan urusan pekerjaan atau membersamai anak. Dialog2 ringan yang setidaknya membawa bounding antara kami makin lekat. Heee dan terkadang dialog yang mengasyikkan ini membuat kami lupa waktu. Termasuk hari ini… Heee berasa santai banget.

Memang pagi hari ini tidak sehectic pagi hari sebelum2nya, hanya menyiapkan kakak Ihan sekolah, beberes rumah dan menyiapkan bebebapa keperluan di amanah yang lain. Kegiatan rutin lain yang harus dikerjakan adalah belanja dan memasak. Merencanakan menu terkadang menjadi hal yang sangat menyita waktu. Nah dalam hal mengolah bahan mentah menjadi makanan sian santap ini benyak sekali kelemahan saya, lebih tepatnya memang ndak kreatif banget. Heee bisanya hanya masakan standart saja… Maka hari ini pun selepas belanja, umi memanfaatkan bayam yang sudah 3 hari ada di almari pendingin, mencoba berkreasi sedikit dengan mengolah menjadi menu yang baru. Jika kebiasaannya bayam diolah menjadi sayur berkuah bening (sayur kunci bahasa dikampung saya), kali ini mencoba untuk menumis bayam dengan jagung manis. Hmmm lagi mengalahkan penghambat kreativitas, takut mencoba sesuatu yang baru itu memang butuh perjuangan ya… termasuk mengolah masakan ini. Takut rasanya aneh, gak kemakan dll. Berbekal mbah google untuk hunting resep yang pas di lidah kami, tumisa bumbu dan masukan semua bahan hingga matang, Alhamdulillah mampu dilakukan dengan rasa puas. Dan ending yang bikin senanh adalah anak2 suka sarapan dengan bayam yang diolah tidak seperti biasanya. Tantangan selanjutnya membuat kakak Ihan tidak pilih sayur dengan kreasi menu yang lain. Bismillah… semoga selalu semangat mencoba sesuatu yang baru untuk lebih baik.

Sorenya pun demikian umi mengolah ikan lele dengan sajian menu yang tidak seperti biasanya. Jika biasanya hanya digoreng saja, kemarin sore mencoba untuk mengolah dengan resep kare lele, dengan menambahkan daun kemangi…hmmmmm nikmat. Malam harinya penikmat menu, abi dan anak2, lahap banget makannya. Sampai nambah berkali2…heeee. Saat makan itulah kakak Zaidan (anak ke2) bilang kakau dia suka daging yang empuk, kalau ayam tidak bisa mengunyah. Heeee seketika muncul ide bagaimana cara mengolah dan olahan apa yang akan membuat anak2 lahap untuk memakan daging ayam dan daging sapi… Heeee langusng tengok di freezer masih banyak sekali daging sapi yang tidak tersentuh, karena saya enggan mengolah dan belum menemukan resep yang pas dan ramah anak2.

Semangat mencoba sesuatu yang baru, semangat dengan tantangan2 baru, selamat berkreasi.

Solichati, 3November2017

#Day2
#Tantangan10Hari
#Level9
#KuliahBunsayIIP
#ThinkCreative

Kamis, 02 November 2017

Day1#Level9#BE CREATIVE



BE CREATIVE

Entahlah sejak memasuki cawu 3 dengan share materi dan diskusi yang lebih creative membuat saya agak keder… sesekali muncul rasa tidak percaya diri akan kemampuan untuk menjadi kreativ. Hmmm tantangan tersendiri ini… Tiap slide yang di share oleh bunda fasil membuat diri ini tertampar berkali2 ya tak cukup sekali. Harus meyakinkan diri bahwa yang harus belajar kreativ adalah orang tuanya karena sejatinya anak2 sudah terlahir kreativ. Hmmm ayolah semangat menjadi creative… Inilah kata2 yang selama 2 hari ini terus terngiang… mencoba menyemangati diri

Membaca berulang materi yang di share hingga merasa jenuh
karena merasa tidak paham2… sampai merasa gemes dengan diri sendiri. Mencoba untuk tidak jenuh mengulang hingga akhirnya menemukan ide untuk memecahkan masalah atas kegalauan diri berusaha memahami materi kali ini. Menemukan 1 buku yang biasa saya gunakan untuk meresume memunculkan ide bagi saya. Yaaa mencoba merangkum materi sesuai pemahaman diri, membuat coretan ala diri sendiri untuk bisa membuat kerangka berpikir dan alur pikir menjadi lebih kreativ. Biasanya ketika membuat resume saya lebih cenderung menulis ulang dalam bentuk kalimat yang rapi. Kehilangan salah satu kosakata dari topic yang dibaca menimbulkan ketakutan tersendiri berasa ada hilang. Ternyata setelah membuat semacam mind mapping materi yang ada jauh lebih mudah di pahami. Alhamdulillah atas ijin Allah… Semoga Allah memudahkan mencari ilmu dan memberikan ketambahan pemahaman… (hmmm memotivasi diri untuk senantiasa doa sebelum belajar#agar Allah membukakan hati dan pikiran menerima ilmu).

Dan seperti kebiasaan saya sebelumnya2… saya selalu mengusahakan membuat rencana awal apa yang akan saya lakukan di setiap tantangan. Jika sebelumnya saya menuliskannya di selembar kertas reuse.. kali ini saya mencoba menuliskan dengan rapi dalam bentuk peta pemikiran Creativity Project sehingga tantangan kedepan akan saya selesaikan sesuai dengan target2 yang terencana. Bismillah mencoba menjadi lebih baik dengan merencanakan yang lebih baik. Setidaknya dengan membuat rencana kegalauan terhadap apa yang akan saya lakukan sedikit berkurang, ketakutan2 yang menghalangi untuk berkreasi akan menepi dengan sendirinya… Merasa rasa percaya diri muncul dengan hasil karya dan upaya sendiri. Be Your Self…

Maka benar adanya… Ikatlah Ilmu dengan Tulisan... Kebaikan yang terencana dengan baik akan mengalahkan keburukan yang tidak terencana, begitu pula sebaliknya.
Ya Rabb kuatkan azzam untuk menjadi orang tua yang lebih baik bagi anak keturunan kami hingga kami layak mendapatkan hadiah dari Engkau atas amanah membersamai anak2 ini. Aamiin

Solichati, 2November2017

#Day1
#Tantangan10Hari
#Level9
#KuliahBunsayIIP
#ThinkCreative