Senin, 12 Juni 2017

Day4#MOTIVASI CINTA ALQUR'AN



MOTIVASI CINTA ALQUR’AN




Hari Sabtu dan Ahad 10-11 Juni 2017 menjadi salah satu hari istimewa di bulan Ramadhan kali ini, pasalnya kami sedang menjalankan Family Project mengikuti kepanitiaan dan menjadi peserta Ramadhan Camp untuk anak2 di Kota Batu. Bismillah ini menjadi salah satu momen bagi kami untuk saling belajar mandiri. Untuk kakak yang selama ini agak kesulitan beradaptasi dengan kondisi dan orang baru, mengikuti Ramadhan Camp menjadi sarana untuk melatih kemandirian beradaptasi dan mengikuti acara tanpa harus ditemani orang tua, meski sebenarnya uminya menjadi salah satu panitia acara. SElain itu ini juga menjadi salah satu momen melatih kemandirian ananda Zaidan untuk beraktivitas tanpa didampingi uminya (heeee selama ini kemanapun uminya pergi selalu ngikut). Dan yang tak kalah penting lagi Family project kali ini juga melatih kami untuk saling percaya satu sama lain. Mempercayakan bahwa ananda Ihan dan Zaidan mampu beraktivitas tanpa harus selalu bergantung pada orang tua, melatih umi untuk percaya pada anak2 dan merelakan Rasa Tega untuk yakin bahwa anak2 mampu, sekaligus mempercayakan dan berbagi peran pengasuhan dengan abi tercinta (heeeee…).
 
Mengikuti Ramadhan Camp kali ini, sedikit berbeda dengan RC tahun2 sebelumnya. Kali ini ananda Raihan menjadi salah satu peserta kelas kecil yang diberikan kesempatan oleh Allah untuk bertemu dengan pendongeng tingkat nasional Ust.Rahmad yang memberikan motivasi tentang kecintaan pada Alqur’an. Alhamdulillah ananda sangat antusias mendengarkan cerita dan menangkap pesan yang disampaikan dengan baik. Salah satu prestasi yang kami catat adalah ananda mampu mengikuti rangkaian acara dengan baik, tanpa rewel dan mencari2 uminya.

Maka untuk 2 hari ini sesi bercerita dan membaca buku kami alihkan mendengarkan dongeng dan mengikuti rangkaian acara Ramadhan Camp. Sesampainya drumah, ananda bercerita sangat senang mengikuti acara, memiliki banyak teman baru dalam satu tim kelas kecil. Alhamdulillah…semoga barokah, menhadirkan lingkungan dan teman2 baik untuk ananda. Semoga menjadikan semangat yang lebih baik untuk mencintai Alqur’an.

Solichati #11Juni2017

#Day4
#GameLevel5
#Tantangan10hari
#KuliahBunsayIIP
#ForThingsToChangeIMustChangeFirst

Sabtu, 10 Juni 2017

Day3#ASYIKNYA MEMBACA BERSAMA



Asyiknya membaca bersama keluarga. Inilah yang kami lakukan pagi ini lepas sahur. Membaca 1 hadist dan terjemahnya, nambah lagi dan nambah lagi. Heeee kayak makan ajah, nambah berkali kali. Hmmm memang kami berempat sedang membaca kitab hadist tentang makan dan adab2 makan, dan melanjutkan membaca buku kakak tetang hadist dan kesehariannya. Lagi2 tentang makan.

Membaca kali ini special… abi yang membacakan untuk kami. Sesekali abi membacakan hadist yang sudah dihafal anak2…dan mereka seneng banget. Terlintaslah dibenak kami bahwa akan merutinkan membaca 1 hadist tiap hari , hany dibaca dan sling mendengarkan sekaligus mengambil hikmahnya. Tak harus hafal ketika akan mengajarkan pada anak2. Kita akan belajar bersama… GrowUpTogether

Solichati #10Juni2017

#Day3
#GameLevel5
#Tantangan10hari
#KuliahBunsayIIP
#ForThingsToChangeIMustChangeFirst

Jumat, 09 Juni 2017

Day2#MENATA SEMANGAT MEMBACA



MENATA SEMANGAT MEMBACA


 








Hampir sebagian besar orang ketika bersemangat semua energy akan dia gunakan untuk melakukan hal2 yang ditargetkan atau diinginkan. Begitu pula sebenarnya dengan membaca…bagi yang hoby baca terkadang 5-10 buku pun dilahap habis dalam sehari. Nah bagi yang semangat bacanya naik turun seperti saya ini terkadang banyak buku atau bab dari buku yang terbaca ketika semangat sedang naik daun, namun ketika sedang turun semangat bahkan tidak menyentuh buku berhari-hari.
Setidaknya, hal inilah yang kami diskusikan berdua dengan kakak Ihan Jum’at pagi. Pagi ini umi dan kakak sedang menyelesaikan proyek kereta baca yang sempat tertunda. Kamis kemarin baru mampu menyelesaikan pohon literasi milik abi dan umi. Karena anak2 sudah membaca buku, maka mereka meminta segera menyelesaikan membuat kereta bacanya. Sembari beraktivitas diperpus kecil milik kami, saya menata ulang kembali buku2 yang akan saya tuntaskan segera. Saya memutuskan akan kembali ke KM0 saya target segera menyelesaikan membaca buku Muhammad Teladanku. Memantapkan pemahaman untuk diri sendiri dan menyiapkan bekal untuk bercerita ke anak2. Ternyata ketika kakak Ihan hendak memilih buku yang akan di abaca, dia pun memutuskan ingin membaca buku Muhammad Teladanku. Yeey…sehati. Untuk adek Zaidan mungkin akan focus menuntaskan membaca Hallo Balita tentang akhlak dan kemandirian.
Setelah memilah milah buku yang akan dibaca. Alhamduliilah beberapa menit kami luangkan untuk membaca buku. Kali saya menuntaskan buku kecil tentang “Jamuan Makan di bulan Ramadhan” yang berisi tentang keistimewaan Ramadhan dan ibadah unggulan di bulan Ramadhan. Semoga semakin menyemangati  di pertengahan bulan Ramadhan ini untuk menuntaskan ibadah hingga akhir Ramadhan. Aamiin. Kakak mengambil dan membaca buku kesayangannya “Khalid bin Walid” karena buku ini berbentuk komik maka edisi baca kali ini, kakak proaktif untuk membaca dengan imajinasinya sendiri dari gambar2 yang dilihatnya. Gaya belajar visual masih tetap dominan ya, serius mencermati gambar dan sedikit suara yang dikeluarkan. Sesekali dari gambar yang dilihat dia selalu membedakan mana yang pasukan baik (pasukan Allah) yang dipimpin Khalid bin Walid dan mana yang pasukan tidak baik atau musuh. Saat membaca terlihat benar matanya berbinar jika melihat gambar yang tampak heroic. Yaaaa sampai saat ini ketika ditanya cita2 nya apa atau lebih suka profesi apa? Dia akan menjawab aku mau jadi tentara, mau jadi panglima. Jawabannya pun dilanjutkanPanglima yang sholeh ya mik. Alhamdulillah…Allahumaamiin.
Lain dengan dedek Zaidan, kali ini ingin bercerita sendiri, dengan suara yang keras, bercerita sesuka hatinya dari buku yang dipilihnya. Masih tetap Hallo Balita tapi hanya dibaca judul dan dilihat gambarnya saja. Heeee targetnya adalah banyak berinteraksi dengan buku, untuk saat ini. Semoga bisa istiqomah.
Akhirnya yang membuat mata berbinar lagi adalah membuat gerbong untuk kereta baca… Taraaaa… Alhamdulillah 2 gerbong sudah terpasang di stasiun literasi yang sederhana milik kakak Ihan dan adek Zaidan. Menggunting dan menempel menjadi bagian dari stimulasi tumbuh kembang ananda. Dan kakak pun nyeletuk “ayoo mik baca buku yang banyak sekarang biar gerbong keretaku bertambah panjang”… Heeee semangat banget yaaa…  Sayang bahkan semangat pun juga harus ditata ya, boleh banyak membaca buku dalam sehari tapi tetap harus diusahakan rutin ya. Kalau hanya sehari terus besok ndak baca lagi heeee semangatnya hari ini saja dong. Karena Allah menyukai amalan yang rutin meski hanya sedikit. Yuk belajar menata semangat….

       
Solichati#Jum’at9Juni2017

#Day2 
#GameLevel5
#Tantangan10hari
#KuliahBunsayIIP
#ForThingsToChangeIMustChangeFirst

Kamis, 08 Juni 2017

Day1#POHON LITERASI



POHON LITERASI

Memasuki tantangan untuk komitmen dan konsisten membaca… woow tantangan yang keren banget bagi saya dan keluarga. Terlebih bagi saya yang hobi banget koleksi baca, sehingga menuntut untuk lebih banyak membaca dan membaca. Pasalnya salah satu alasan saya seneng banget membeli dan mengkoleksi buku adalah membuat perasaan tenang ketika sewaktu-waktu membutuhkan referensi, dan lebih mantap ketika membaca buku daripada mencari dari sumber lain.
Termasuk untuk koleksi buku anak2… heeee saya juga demikian. Sangat termotivasi untuk membelikan banyak buku dan bisa sewaktu-waktu dibaca saat membutuhkan. Tantangan kali ini membuat saya harus merubah mindset…tuntaskan satu buku baru pindah ke buku yang lain atau beli buku yang baru. Alhamdulillah diberikan kesempatan dan teman2 yang memotivasi untuk menuntaskan membaca buku yang tertata rapi di perpus kecil dirumah. Kali inipun memberikan kesempatan yang akan memperbanyak waktu dengan anak2 untuk membaca dan bercerita.
Kembali ke KM 0 tentang target utama buku yang harus saya tuntaskan untuk dibaca… Semangat!!

Rabu malam kemarin saya, abi dan ananda Raihan ngobrol seru tentang Pohon Literasi dan menggugah semangat baca… spontan nyeletuk si kakak… Apa itu pohon literasi? Buat apa mi? Harus pohon kah bentuknya atau boleh yang lain? Kenapa harus banyak membaca?” dan sederetan pertanyaan yang lain. Wooow amazing anak2 ini memang yaaa…selalu ingin tau. Dengan penjelasan mengapa kita harus rajin baca, manfaatnya, akan mendapat reward apa dan lain lain membuat mata ananda berbinar binar. Yesss pancingan pertama sukses…
Kemudian kami mendiskusikan bentuk dokumentasi buku apa saja yang sudah kami baca dalam bentuk pohon literasi. Ketika mendengar kata pohon, yang terbayang diumi harus membuat pohon dan daun2 yang menggambarkan lebatnya buku yang dibaca, sudah kebayang seru banget kalo pohonnya berdaun lebat. Kali ini abi menyerah daripada pohon abi tidak rimbun, abi ingin pohonnya nimbrung sama umi…heeee jadilah pohon milik abi dan umi. Lain dengan kakak, tak begitu tertarik dengan bentuk pohon, pengennya bentuk yang lain. Kita bareng2 mencari gambar yang pas dengan apa yang kakak inginkan… Akuarium – Benda2 langit – Lautan – Kereta Api. Dan kakak memutuskan aku suka Kereta Api, biar kalau aku banyak buku banyak gerbong keretaku bertambah banyak. Yeey… memberikan kesempatan pada anada untuk memilih dan mengambil keputusan.

Kamis pagi setelah sahur kami sibuk membuat pohon literasi dari kardus dan stasiun literasi dari kardus pula. Heee tapi ya begitulah bisa dibayangkan membuat karya bersama anak2…^_^
Menggunakan bahan yang ada dan membeli beberapa bahan yang dibutuhkan. Alhamdulillah dengan waktu yang ada kami hanya mampu menyelesaikan pohon literasi untuk Stasiun literasi akan kami lanjutkan hari Jumat pagi. Saat sibuk membuat pohon, anak2 pun sudah sangat semangat membaca, kali kakak dan adeknya berdua belajar membaca dan berimajinasi dari gambar yang ada dibuku, dibaca sesuka hati dan apa yang dia tangkap dari gambar yang dilihat.
Tampak diantara mereka berdua si dedek Zaidan perkembangan bahasanya sangat cepat, dia yang memulai cerita dan kakak mendengarkan. Sampai2 si kakak bilang, adek hebat banget yaaa sdh bisa cerita. Untuk si kakak, sesekali dia memang harus dibantu untuk percaya diri bercerita, dan dia selalu tidak yakin dengan kemampuannya. Heee tidak mengapa, semua butuh proses. Semoga tantangan kali ini membuat kami sekeluarga belajar dan memotivasi satu sama lain.

Solichati /Kamis, 8Juni2017

#GameLevel5
#Tantangan10hari
#KuliahBunsayIIP
#ForThingsToChangeIMustChangeFirst